14 Februari 2014: Kelud Oh Kelud...

  • 0


Pagi ketika kelopak mata baru terbuka, samar-samar terlihat debu putih menutupi genteng asrama. Rupa-rupanya dampak letusan Gunung Kelud memutihkan beberapa wilayah di Jawa tak terkecuali wilayah kami, Asrama Mahasiswa Kedokteran Luntas 10. Hujan abu juga menyelimuti wilayah di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta, hingga Jawa Barat. Di Tasikmalaya dan Bandung, abu tipis terlihat menutupi berbagai kendaraan, juga dedaunan rindang nampak layu terkulai dijajah sang Abu.

Semua wilayah yang kena abu vulkanik terlihat putih layaknya salju. Pohon-pohon terlihat layu tertimpa tumpukan abu di daunnya. Tebalnya abu menutupi jalanan yang berada di kota-kota itu. Sehingga ketika motor lewat pun tak ayal abu-abu silika berhamburan terbang kemana-mana. Mengingatkan diri akan erupsi Merapi sekitar tiga tahun yang lalu ketika diri masih di Pirikan, Magelang.

Ketika tv saya nyalakan, telah tertayangkan hiruk pikuk berita mengenai Kelud, barangkali ini adalah sekelumit dari ingatan saya:

Jelas di tayangan berita, ternyata dampak ini tidak terlalu mempengaruhi wilayah yang terkena hujan abu, ialah itu Kediri dan Blitar. Malah beberapa aktivitas warga yang pergi bekerja dan belajar masih berjalan, walaupun ada sebagian yang dilliburkan.

Meskipun untuk menghindari abu masuk ke mulut dan pernafasan, beberapa warga terlihat mengenakan masker penutup. Sebagian lain terlihat mengenakan jas hujan demi menghindari abu yang mengotori pakaian.
Bukan hanya abunya saja yang mencapai beberapa kota. Ketika meletus, suara gelegarnya sampai ke kota Solo. Di Boyolali, letusan ini juga terdengar seperti suara yang bergemuruh. Seorang penduduk lokal kota Solo menuturkan,”Suaranya seperti guntur, bergemuruh tapi tidak terlalu keras". Beberapa Bandara pun menutup akses penerbangannya akibat landasan udara serta pesawat-pesawatnya tertutup oleh abu.

Gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Kediri, Blitar, dan Malang Jawa Timur itu meletus Kamis dini hari tadi, tepat tanggal 13 Februari 2014, kisaran pukul 22.48-22.50 WIB. Letusannya setinggi tujuhbelas kilometer dan melontarkan jutaan meter kubik abu vulkanik dan pasir. Menurut analisa BMKG, abu dan pasir pada lapisan 1.500 m terbawa kea rah Timur laut, pada lapisan 5.000 m kea rah Barat Laut dan 9.000 m ke arah barat.

Terakhir erupsi Gunung Kelud terjadi tahun 2007 lalu. Saat itu, letusan dahsyat tidak terjadi karena terhambatnya aliran magma. Hanya terjadi peningkatan suhu di kawah. Dari status ‘awas’, peringatannya diturunkan menjadi normal karena aktivitas yang sudah melemah.

Itulah barang sedikit informasi yang saya tangkap sebagai penghias catatan kali ini.

Semoga warga sekitar di Gunung Kelud, maupun warga lain di Pulau Jawa yang terkena imbas abu vulkanik dari erupsi Gunung Kelud tetap selalu dalam keselamatan dan limpahan rahmatNya.

Di Jumat Mubarok ini, kiranya kita patut merenungkan juga mengingatkan diri pula, apa-apa yang telah kita kerjakan dan akan laksanakan, bahkan Tuhan pun tak akan berhenti untuk mengingatkan umatNya. Semoga kita selalu diberikan ketabahan. Kelud Oh Kelud..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar