4 November 2013: Peradaban Kuno

  • 0

Hati ini masih belum terbiasa rupanya, sepi dan sendiri. Beberapa cara saya coba untuk membunuh waktu yang kian lama berputar makin cepat. Memejamkan kedua kelopak mata seraya menghentikan sejenak pikiran yang sangat melelahkan. Seakan-akan membiarkan mimpi jauh membawa diri ini pergi ke bahteranya.
-
Akhirnya saya memberanikan diri untuk kembali berkomunikasi dengan”nya”. Hal pertama yang saya ungkapkan adalah sebuah pertanyaan. Sebuah pertanyaan yang ingin saya utarakan untuk menghentikan semua pikiran kotor yang muncul dalam kepala saya. Pikiran kotor akan ketidak adilan, kesia-sian, juga kehampaan.
-
Ketika itu saya bertanya alasan kenapa dia ingin beranjak pergi dari hubungan jarak jauh ini. Mungkin saya terkesan sebagai seseorang yang arogan. Namun rasa ingin tahu saya mengatakan bahwa disini hal-hal emosional seperti itu sah-sah saja untuk diungkapkan, hanya demi mendapatkan rasa lega. Saya juga bertanya kenapa dia menerima saya pada awalnya jika ternyata masih di awal-awal perjalanan saja tak tahan dengan cinta yang saling berjauhan. Saya juga bertanya apakah dia masih ingat janji awal dulu bertemu. Dan pertanyaan yang paling penting ketika saya bertanya apa rasa sayang itu masih ada ketika dia memutuskan untuk berhenti membina long distance relationship ini.
-
Terasa sekali sayap-sayap satu perastu hilang dari punggung ini.
-
Apa dan kenapa masih saja menjadi 2 kata tanya yang berhantu bagi saya. Meski jawabannya sedikit melegakan “hati yang terlanjur basah” ini, namun keinginan untuk beranjak dari zona nyaman itu masih belum tereksitasikan dengan sempurna. Intinya saya masih belum bisa beranjak dari kenyamanan-kenyamanan yang pernah dia berikan dahulu.
-
Ketika kegelisahan-kegelisahan ini saya tuliskan, saat itu pula saya memikirkan sebuah pepatah jawa kuno. Ya anda pasti pernah mendengar, barangkali seringpula diucapkan, “Witing Tresno Jalaran Soko Kulino”, Cinta itu timbul karena sering bertemu.
-
Ketika dua hati itu saling berjauhan, sangat sedikit kesempatan yang mereka dapatkan untuk mengetahui kegiatan satu sama lain, untuk mengenal lebih dekat satu sama lain, juga untuk memahami perasaan lebih dalam satu sama lain. Anda tentu boleh menampik jikalau era globalisasi ini telah terhiasi oleh berbagai cara dan alat komunikasi. Sebuah alat yang katanya bisa menghilangkan jarak antar dua orang.
-
Cinta hanyalah cinta. Sebuah rasa yang diciptakan Sang Khalik dan dianugerahkan pada dua nenek moyang kita. Peradaban paling kuno dari segala peradaban yang ada. Sebuah telepati yang mampu mempertemukan kembali adam dan hawa di atas hamparan bumi yang teramat luas. Peradaban yang ternyata tidak mampu ter-modern-isasi oleh komunikasi global saat ini.
-
Kipas angin berukuran mungil yang memenuhi kamar saya masih belum berhenti berputar. Berharap hal itu juga terjadi pada perjalanan – perjalanan retorika ke depan saya.  Janganlah berhenti berputar di sini kawan. Keep moving on pada mimpi-mimpimu yang belum terealisasikan. Ya lelah ini hanya sebentar saja, bukankah sedih juga sering kita alami ? bicara saya pada diri sendiri...
-
Iringan lagu dengan chord-chord aneh dari Queen mensyaduhkan Senin malam ini. Ketika otak baru saja selesai tercurahkan pada ujian Farmakologi, segar rasanya mendengar nada-nada tinggi Love of My Life yang baru saja dilantunkan Freddy Mercury. Mantra-mantra untuk mengundang kembali cinta yang baru saja pergi. Betapa syahdunya...

Love of my life,
You hurt me,
You broken my heart,

Now you leave me


Love of my life can't you see,

Bring it back bring it back,

Don't take it away from me,
Because you don't know what it means to me


Love of my life don't leave me,

You've stolen my love you now desert me,
Love of my life can't you see,

Bring it back bring it back,
Don't take it away from me,
Because you don't know what it means to me


You will remember when this is blown over,

And everything's all by the way,

When I grow older,
I will be there at your side,
To remind how I still love you
I still love you
I still love you


Hurry back

hurry back,


Don't take it away from me,

Because you don't know what it means to me
Love of my life,

Love of my life

Tidak ada komentar:

Posting Komentar