30 Oktober 2013: Since I Don’t Have You

  • 0



Baru saja terjadi. Ternyata senjata-senjata saya masih tumpul. Seseorang itu sudah pergi dari lembaran perjalanan retorika saya. Tak bisa diri ini menahan keinginannya sejenak. Keinginan dirinya untuk menjauh, menjadi lebih jauh tepatnya untuk berada di sisi raga ini. Seseorang yang sempat sesaat mewarnai hari-hari datar saya di bumi. Seseorang yang lebih dari hanya untuk dicintai tapi juga saya hormati. Sungguh singkat ternyata roda berputar. Bahkan saya belum sempat secara jelas melihat bagaimana dia berputar, bergulir dengan eloknya.
-
Ibarat segelas teh hangat, yang sangat mudah untuk menyeduhnya, sungguh manis ketika papil-papil lidah ini merasakan gula di dalamnya, terlebih ketika meminumnya dengan perlahan. Kita juga dapat merasakan kehangatan ketika suhu udara sekitar terasa dingin.
-
Namun jangan lupakan satu hal bahwa teh hangat juga akan bisa menjadi dingin, menyesuaikan keadaan sekelilingnya. Sangat singkat. Itulah cinta, sebuah kata yang sampai saat ini saya belum ketahui empunya, yaitu seseorang yang bertanggung jawab karena telah menciptakan dan merangkai kelima huruf itu untuk menjadi sebuah kata yang memiliki beribu makna. Sebuah kata yang pasti pernah dirasakan oleh seluruh umat manusia.
-
Since I Don’t Have You-nya Guns N’ Roses mungkin akan mengiringi beberapa hari datar kedepan. Lengkingan Axl Roses seakan-akan membenarkan apa yang baru saja terjadi.

And I dont’ have fond desires
And I don’t happy hours
I don’t have anything
Since i don’t have you

Happiness and I guess
I never will again
When you walked out on me
In walked ol’ misery
And she’s been here since then

I don’t have love to share
And i don’t have one who cares
I, i, i, i don’t have anything
Since i don’t have you 

--

Untuk kali ini saya mengaku kalah. Lebih tepatnya mengalah pada suatu kekalahan. Mungkin ini adalah tulisan ter-mellow yang pernah saya buat.
-
Sampai saya menuliskan catatan ini, saya masih belum percaya apa yang baru saja terjadi. Hanya saja terbesit satu hal dalam hati saya, semua yang pernah datang itu suatu saat pasti akan beranjak pergi, karena persinggahan itu hanya sementara. Mungkin cinta bisa hilang, tapi rasa sayang itu pasti akan membekas dan menjadi kenangan tersendiri bagi para lakonnya. Terima kasih teruntuk seseorang di luar sana yang menyempatkan hatinya untuk saya singgahi. Meski saya amat kecewa, ya sekali lagi terima kasih. Aih betapa cepatnya...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar