Bulan ini dan pada tahun ini pula adalah suatu momentum
agung bagi para dokter Indonesia, khususnya Surabaya.
-
Tahun 1913 adalah batu
pertama fondasi ilmu kedokteran di Surabaya diletakkan. Dan kini tepat 1 Abad
lamanya dokter-dokter berkiprah dalam perjuangan mereka dimulai dari zaman
penjajahan hingga kini era demokrasi untuk berusaha terus memajukan taraf
kesehatan masyarakat Indonesia. Sudah banyak bukti bahwa mereka
pendahulu-pendahulu kita para pemuda telah melahirkan berbagai prestasi di
dalam maupun luar negeri. Sepatutnya diri ini mengekor jejak keluar biasaan
para tetua tersebut.
-
Namun apadaya, saya masih di sini saja, saya hanya bisa
melihat saja, tak berkutik, tak mampu berbuat banyak, dan mendekam dalam sebuah
ruangan kubus tiga dimensi, serta merenungkan apa yang sudah saya berikan untuk
bangsa, apa yang sudah saya lakukan untuk agama. Kilas balik perjalanan hidup
ini rasanya masih kosong. Belum genap apa yang saya kerjakan.
-
Berlembar-lembar koran tiap hari tidak saya lewatkan untuk
membacanya, entah itu kabar keoptimisan perkembangan zaman ataupun kabar-kabar
kurang sedap dari kubu kepemerintahan. Satu persatu rentetan kalimat-kalimat
dalam artikel koran memprovokasi saya. Memprovokasi dalam benak pikiran saya
bahwa diri ini harus mengambil sikap.
-
Mengambil sikap untuk ikut terjun dalam
arus perubahan atau membusuk karena hanya diam termenung dalam kamar kos-kosan.
---__---


Tidak ada komentar:
Posting Komentar