22 November 2013: Ternyata hanya

  • 0


Diam tenang berdiri di pertengahan
Menggelitik awan yang sedang menurunkan hujan
Lampu kota masih menerangi jalanan hitam kelam
Cahaya bulan seakan tertawa menusuk
Sesak terhimpit akan sebuah jawaban itu
Merasa diri dikerubungi semut hitam
Berjalan pelan namun menyakitkan hati
Hanya keindahan yang pernah dinikmati
Tak dapat kembali
Laksana lontaran peluru menembus segalanya
Menghidupkan boneka suatu hal yang sia-sia
Sembari mata mengikuti arah pulang burung-burung
Ternyata aku hanya diam tenang berdiri di pertengahan


Tidak ada komentar:

Posting Komentar