24 September 2013: Alkisah dalam Sebuah Permainan

  • 0



Suara hening terpecah belah, oleh sebuah tangisan bayi
Entah gembira karna lega, entah menahan sakit yang sebegitu hebatnya
Kali ini duniaMu kedatangan tamu lagi Tuhan
Seorang perempuan yang Tuhan titipkan pada kami
Hadir dengan erangan yang lantang dan genggaman yang kuat
Pertanda akan keberanian, superirotitas, dan keeksistensian
Seakan semuanya harus berada dalam genggaman ketika pertama kali memulai perjalanan
Inilah permainan yang terbesar yang pernah kita mainkan
Bernama Kehidupan
Bermain dan terus bermain untuk memenangkan banyak penghargaan
Bermain dan bermain untuk menjadi apa, siapa, dan bagaimana diri ini dipandang
Berusaha untuk memenangkan persaingan
Dengan banyak peraturan tersebut hukum alam
Tiada kata mengulang bagi kehidupan, yang ada hanya kesempatan
Tak pernah berhenti sejenak, tak pernah istirahat, terus bergulir dengan indahnya
Hingga Tuhan meniadakan erangan yang lantang tadi
Hingga Khalik melemahkan genggaman yang kuat tadi
Dan hingga hayat mengisyaratkan diri untuk berhenti

 
Puisi ini kutulis sebagai sebuah penghias hari ulang tahun seseorang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar