Hari minggu penuh ambisi. Makan makan dan makan tiada henti.
Mumpung sedang berada di rumah. Sesuatu yang mungkin akan jarang kedepannya
melihat jadwal kuliah yang sebegitu padatnya.
Hari ini nampak seperti biasa. Ada beberapa hal menyentil
ambisi dan ego saya. Melalui televisi LED di kamar orang tua saya. Berawal dari
acara Golden Ways-nya Mario Teguh, Alvin, dan saya akhiri siang hari dengan menonton catatan program Ring of Fire nya Touk Tanzil.
Acara yang terakhir saya sebut adalah tayangan yang paling menyentil, untuk saya secara pribadi. Sebuah tim yang mayoritas adalah satu keluarga nampak beberapa dari personil mereka bernama akhir Tanzil. Mereka berkeliling Indonesia untuk mengetahui berbagai budaya pedalaman Indonesia dan dengan destinasi utama mereka mendaki banyak gunung berapi di Indonesia.
Kebetulan yang saya lihat, mereka telah sampai puncak gunung Kerinci. Di sore harinya saya juga sempat menonton program Kompas TV, 100 hari keliling Indonesia nya Ramon Y. Tungka. acara-acara tersebut sungguh menggugah hasrat saya, hasrat muda yang bergejolak, untuk segera bergegas dan bersiap-siap juga ingin seperti orang-orang tersebut diatas.
Betapa misteriusnya Indonesia, betapa indahnya panorama alamnya, beribu-ribu adat serta budaya menghiasi kehidupan bertata negara, dan tak kalah pentingnya begitu besarnya rasa penasaran saya untuk bisa menikmatinya. Meski saya sadar profesi dokter nantinya banyak berkutat dengan pasien di rumah sakit, puskesmas, ataupun klinik saya tetap berhasrat besar untuk bisa sesekali menaklukan gunung di luar pulau Jawa.
Acara yang terakhir saya sebut adalah tayangan yang paling menyentil, untuk saya secara pribadi. Sebuah tim yang mayoritas adalah satu keluarga nampak beberapa dari personil mereka bernama akhir Tanzil. Mereka berkeliling Indonesia untuk mengetahui berbagai budaya pedalaman Indonesia dan dengan destinasi utama mereka mendaki banyak gunung berapi di Indonesia.
Kebetulan yang saya lihat, mereka telah sampai puncak gunung Kerinci. Di sore harinya saya juga sempat menonton program Kompas TV, 100 hari keliling Indonesia nya Ramon Y. Tungka. acara-acara tersebut sungguh menggugah hasrat saya, hasrat muda yang bergejolak, untuk segera bergegas dan bersiap-siap juga ingin seperti orang-orang tersebut diatas.
Betapa misteriusnya Indonesia, betapa indahnya panorama alamnya, beribu-ribu adat serta budaya menghiasi kehidupan bertata negara, dan tak kalah pentingnya begitu besarnya rasa penasaran saya untuk bisa menikmatinya. Meski saya sadar profesi dokter nantinya banyak berkutat dengan pasien di rumah sakit, puskesmas, ataupun klinik saya tetap berhasrat besar untuk bisa sesekali menaklukan gunung di luar pulau Jawa.
Pagi tadi momentum legit terjadi, saya berusaha mendendangkan sebuah lirik ke nyai yang
sedang ada di Jogjakarta. Lirik romansa dari chrisye bertitel kangen, saya
lontarkan perlahan melalui blackberry messenger kepada dia.
Jangan katakan cinta
Menambah beban rasa
Sudah simpan saja
sedihmu itu
Kuakan datang...
Terasa legit di dada ketika mengungkapkan hal ini padanya. Jarak
yang Jauh memisahkan kami berdua. saya hanya bisa bergumam dalam dada , "Jauh, akan kutantang kau dengan ikhtiarku. Insyaallah...".

Tidak ada komentar:
Posting Komentar