Hiruk pikuk manusia merajalela
Bercanda, berbincang, pula berdiam
Ratusan ekpresi terlontar dengan indah
Memecah suasana hening yang berhantu
Mengukir emosi jiwa mirip grafik statistika
---
---
Cahaya neon putih menerangi sandiwara ini
Bertingkah manis, indah dinikmati
Bertindak konyol, untuk ditertawakan
Juga berdiam, berkhayal dalam dunianya sendiri
---
Nikmat Tuhan, akan teman, akan kenangan
Sebelum semua hilang ditelan angan
Terkubur dalam sebuah kesimpulan
Saya tulis dengan rasa kesendirian di tengah keramaian dalam
sebuah gedung peninggalan Belanda.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar